Church Education Trust

Christian Belief

ST009 / 1

                                                      Eklesiologi

                                                        (Doktrin Gereja)


Kata "gereja" tidak memiliki hubungan etimologis dengan kata yang digunakan dalam Perjanjian Baru Yunani. Hal ini berasal dari "kuriakos" kata sifat Yunani yang berasal dari kata "kurios" dan berarti "yang berkaitan dengan Tuhan" dan datang ke kita melalui bahasa Inggris Lama "Circe" Old Saxon '"kirika" dan Skotlandia "Kirk"
.

Kata itu awalnya digunakan dengan kata benda yang berarti "rumah" dan dengan demikian berarti "rumah Tuhan".
Kata itu sekarang digunakan mengacu pada "gereja" di semua indera dari kata, gedung, jemaat, perusahaan yang lebih luas dari umat Allah di mana-mana dll


Kata yang digunakan dalam Perjanjian Baru adalah "ekklesia", dari mana kita mendapatkan kata kita "rohaniwan". Sementara itu berarti sebuah perusahaan orang berseru, itu cukup kata normal untuk perakitan Yunani, politik atau sebaliknya.
Itu digunakan untuk menerjemahkan kata Ibrani menggambarkan perakitan Israel di padang gurun dan adalah kata yang biasa untuk "gereja" dalam Perjanjian Baru.

Hal ini pernah digunakan bangunan. Kata hanya terjadi dua kali dalam Injil (Matt.16: 18 & 18:17).
Terjadinya di bab enam belas adalah penting karena membuat jelas bahwa "niat Kristus adalah untuk menemukan sebuah gereja yang untuk melanjutkan pekerjaan-Nya".

Dalam sisa Perjanjian Baru, selain dari kutipan dari LXX, adalah
digunakan,

1.of perakitan sekuler biasa.
(Kis 19:32).
2.of pertemuan untuk ibadah Kristen.
(1 Cor.11: 18, 14:19).
3.of komunitas Kristen lokal.
(Kisah Para Rasul 8:3, 1 Cor.4; 17).
4.of rumah-jemaat Kristen.
(Rom.16: 5, 1 Cor.16: 19).
5.of seluruh tubuh Kristen.
(1 Cor.12: 28, Eph.1: 22 dll).


Hanya referensi yang memadai telah diberikan dalam setiap kasus untuk membuat titik yang jelas, tetapi jelas bahwa dalam pemikiran gereja dalam arti Perjanjian Baru, kita harus mempertimbangkan sifat gereja secara keseluruhan, dan juga hubungan dari berbagai lokal majelis untuk keseluruhan dan satu sama lain.


Dari kata pengantar kami dapat melanjutkan untuk berurusan dengan subjek di bawah bagian berikut,

1.The Sifat Gereja.
2.Aktifitas Organisasi Gereja.
3.the Ibadah dan Sakramen-Sakramen Gereja.

1.The Sifat Gereja.


a.Karakter Kerohanian.


Gereja ini jauh lebih dari sekedar sesuatu yang alami atau materi, melainkan lebih dari apapun, perakitan jemaat denominasi, atau bangunan; lebih bahkan dari luas terlihat terbesar dari orang percaya; dikenal manusia.

Hal ini lebih dari sebuah organisasi, itu adalah suatu organisme. Gereja telah didefinisikan sebagai "tubuh orang yang telah mengaku Yesus sebagai Anak Allah dan percaya, akhirnya percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat mereka, menyatukan bawah kepemimpinan-Nya untuk melaksanakan tujuan-Nya di dunia".
(JOSayes dalam "Menjelajahi Iman Kristen" hal.396).

Dan lagi Dr.A.M.Hills mengatakan "Gereja Allah adalah terdiri dari semua orang regenerasi rohani yang namanya tertulis di surga". Gereja, oleh karena itu, dalam arti sepenuhnya kata, mengacu pada tubuh semua, dari setiap suku dan bangsa, yang telah ditebus, sedang ditebus, namun akan ditebus.
Jelas, kemudian, bahwa itu spiritual dalam karakter dan karakteristik spiritual yang paling penting.


Ada beberapa analogi ditemukan dalam Alkitab untuk menggambarkan sifatnya.


(A1.) Tubuh Kristus.


Dalam 1 Cor.12 :12-27, Paulus memberikan perbandingan yang sangat luar biasa antara Gereja dan tubuh manusia dan menjelaskan bagaimana gereja terikat bersama-sama dan bekerja bersama sebagai tubuh Kristus.

Kristus adalah Kepala dari tubuh ini dan semua diarahkan oleh-Nya (Eph.1: 22,23 & Col.1: 18,24). Persis sebagaimana tubuh diadakan bersama-sama dan bahtera bersama-sama dan diarahkan oleh kepala, sehingga dengan gereja dan Kristus.
Ini adalah aspek dari gereja sebagai tubuh Kristus yang menekankan dasar sebenarnya dari kesatuan yang Kristus berbicara dalam doa imam-Nya yang tinggi ditemukan dalam Yohanes 17.

Ini adalah kesatuan yang muncul dari kehidupan, itu adalah kehidupan umum yang mempersatukan kita dengan Kristus dan satu sama lain.
Berbagai jenis pelayanan yang disebutkan dalam Filipi 4 dan 1 Korintus 12 adalah untuk tujuan membangun dan pertumbuhan tubuh ini.


(B1.) Kuil Roh Kudus.


Analogi ini terungkap dalam Eph.2: 21,22; 1 Cor.6: 15,19 & 1 Pet.2: 5.
Sebagai candi duniawi adalah tempat untuk menyembah Tuhan, sehingga gereja adalah bangunan spiritual di mana penyembahan sejati dari Tuhan mencapai puncak tertinggi.


(C1.) Pengantin Kristus.


Dalam Perjanjian Lama Allah sering disebut hubungan-Nya dengan umat-Nya salah satu dari suami dan istri. Dengan cara seperti dalam Perjanjian Baru, Kristus menyebut dirinya sebagai Mempelai Pria (Matt.9: 14, 1 5). Demikian juga dalam perumpamaan tentang Sepuluh Gadis para murid sedang menunggu mempelai pria (Mat. 25:1-13).
Metafora yang sama juga digunakan dalam Rev.19: 7 & 2 Cor.11: 2.


(D1.) The Flock dan kandang domba.


Metafora ini ditemukan dalam Yohanes 10:14-16 dan lagi dalam Kisah Para Rasul 20:28 dan 1 Petrus 5:2.

< back to previous page >

©2008 Church Education Trust